Filosofi Logo PASKIN - Praktisi Kesehatan Holistik Indonesia

Filosofi Logo PASKIN - Praktisi Kesehatan Holistik Indonesia



Logo PASKIN menampilkan bentuk abstrak yang menyerupai empat kelopak atau elemen yang saling terhubung dan mengarah ke luar dari sebuah pusat. Bentuk ini secara keseluruhan juga dapat diinterpretasikan sebagai bunga yang mekar atau sebuah bintang simetris. Berikut adalah filosofi yang mungkin terkandung di dalamnya:


1. Representasi Holistik (Keseluruhan dan Keseimbangan):

Empat Elemen/Kelopak: Empat elemen yang simetris dan saling berpusat melambangkan empat dimensi utama dalam pendekatan holistik: fisik, mental, emosional, dan spiritual. Keterkaitan dan keseimbangan antara keempat elemen ini adalah esensi dari kesehatan holistik.
Pusat yang Menyatukan: Titik pusat di mana keempat elemen bertemu menunjukkan bahwa semua dimensi ini berasal dari satu inti atau esensi diri, dan praktisi holistik berupaya menyelaraskan semua aspek tersebut.
Simetri: Simetri pada logo mengisyaratkan keseimbangan, harmoni, dan keutuhan, yang merupakan tujuan utama dari praktik kesehatan holistik.

2. Pertumbuhan dan Kebangkitan:

Bentuk Mekar: Bentuk yang menyerupai bunga yang sedang mekar melambangkan pertumbuhan, perkembangan, pembaruan, dan kebangkitan kesehatan serta potensi diri. Ini mencerminkan proses transformasi positif yang didukung oleh praktisi kesehatan holistik.
Arah Keluar: Garis-garis yang melengkung dan mengarah ke luar menunjukkan ekspansi, energi yang mengalir, dan penyebaran manfaat kesehatan yang menyeluruh.

3. Jaringan dan Komunitas:

Keterhubungan: Bentuk yang saling terkait dan menyatu juga dapat melambangkan keterhubungan dan kolaborasi antar praktisi, atau antara praktisi dengan klien, menciptakan sebuah komunitas yang mendukung kesehatan bersama. Ini sejalan dengan nama "Praktisi Kesehatan Holistik Indonesia" yang menunjukkan sebuah organisasi atau wadah bagi para praktisi.

4. Kesejukan dan Kedamaian (implisit dari bentuk):

Bentuk yang lembut, melengkung, dan organik memberikan kesan damai, tenang, dan alami, sesuai dengan prinsip-prinsip penyembuhan yang seringkali menekankan ketenangan batin.


Makna Warna Logo PASKIN ini menggunakan dua warna utama: Hijau Kebiruan (Cyan/Teal) dan Kuning Cerah (Lime Green/Chartreuse).


1. Hijau Kebiruan (Cyan/Teal):

Kesehatan dan Kesembuhan: Warna hijau secara universal diasosiasikan dengan alam, pertumbuhan, kesegaran, dan yang paling penting, kesehatan serta kesembuhan.
Ketenangan dan Keseimbangan: Nuansa kebiruan menambahkan unsur ketenangan, kedamaian, stabilitas, dan kepercayaan. Ini menciptakan kesan profesionalisme dan ketenteraman yang penting dalam praktik penyembuhan.
Inovasi dan Modernitas: Warna teal sering kali digunakan untuk memberikan kesan modern, inovatif, dan unik, cocok untuk pendekatan holistik yang mungkin melibatkan metode-metode baru atau alternatif.
Koneksi Spiritual: Biru dan hijau, ketika digabungkan, juga dapat melambangkan koneksi dengan alam semesta dan aspek spiritualitas.

2. Kuning Cerah (Lime Green/Chartreuse):

Energi dan Vitalitas: Kuning cerah adalah warna yang penuh energi, vitalitas, keceriaan, dan optimisme. Ini melambangkan semangat baru, pemulihan energi, dan gairah hidup.
Pencerahan dan Kebijaksanaan: Kuning juga dapat diasosiasikan dengan cahaya, pencerahan, kebijaksanaan, dan pemahaman yang lebih baik tentang diri dan kesehatan.
Pertumbuhan dan Kekuatan: Kombinasi dengan hijau semakin memperkuat makna pertumbuhan, kesegaran, dan kekuatan alami. Ini menunjukkan hasil positif dari praktik holistik.

Kesimpulan Kombinasi Warna:

Kombinasi hijau kebiruan dan kuning cerah menciptakan palet yang segar, hidup, dan harmonis . Ini menyampaikan pesan tentang kesehatan yang seimbang, energi positif, ketenangan batin, dan pertumbuhan yang berkelanjutan – semua aspek inti dari pendekatan kesehatan holistik yang diwakili oleh PASKIN.




Ahmat Zulfikarnain Lubis, Sang Pewaris Pengobatan Tradisional yang Merintis Era Baru Penyembuhan Holistik

Ahmat Zulfikarnain Lubis, Sang Pewaris Pengobatan Tradisional yang Merintis Era Baru Penyembuhan Holistik


Sejak kecil, perjalanan hidup Ahmat Zulfikarnain Lubis telah terjalin erat dengan dunia pengobatan tradisional. Mengikuti langkah sang kakek, ia menyaksikan langsung bagaimana sentuhan pijat yang dipadukan dengan doa atau suwuk mampu membawa kesembuhan. Keilmuan itu perlahan meresap ke dalam dirinya. Sejak usia sekolah dasar, Ahmat sudah diberi petunjuk dan bimbingan untuk mendalami ilmu tersebut, hingga akhirnya di usia SMP, ia dipercaya sebagai pewaris keilmuan pengobatan yang telah turun-temurun di keluarganya.

Namun, Ahmat tidak berhenti di sana. Rasa ingin tahunya yang besar mendorongnya untuk terus belajar dan mengembangkan keilmuan pengobatan. Ia mendalami berbagai disiplin ilmu, baik dari perguruan formal maupun non-formal. Ia menguasai hipnoterapi, spiritual, metafisika, paranormal, reiki, mata batin, bekam, dan ruqyah. Berbekal pengetahuan yang luas dan beragam ini, ia bertekad untuk menyebarkan manfaat pengobatan holistik kepada lebih banyak orang.

Pada tahun 2017, Ahmat mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Hipnoterapi yang berhasil mencetak banyak praktisi penyembuh. Melalui lembaga ini, ia telah membantu banyak pasien mencapai kesembuhan yang optimal.


Inovasi Pengobatan Holistik dan Pendirian PASKIN

Pada tahun 2023, Ahmat Zulfikarnain Lubis kembali berinovasi. Ia memiliki visi untuk menciptakan metode penyembuhan yang lebih ringkas dan efektif, tidak memakan waktu lama, namun memberikan hasil yang optimal. Dari visi inilah lahir formula penyembuhan yang unik. Ahmat kemudian mendirikan PASKIN - Praktisi Kesehatan Holistik Indonesia, sebuah lembaga yang menawarkan penyembuhan holistik dan komprehensif.

Metode penyembuhan PASKIN didasarkan pada formula Catur Krama Unik dan Mahardika, sebuah pendekatan yang menggabungkan empat pilar utama:


  1. PASKIN: Metode diagnostik psikis untuk menemukan akar masalah penyakit, bahkan rahasia tersembunyi pasien, tanpa perlu pasien bercerita.
  2. PANCAH ASTA: Metode penyembuhan berbasis energi untuk memulihkan organ yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  3. SUMEH JATI: Pemulihan spiritual, penyembuhan otomatis di mana praktisi memicu kemampuan tubuh ke-pasien sendiri untuk mendeteksi dan memperbaiki penyakit.
  4. LAKU SUKSMA: Rahasia dan kecanggihan Penyembuhan yang bekerja dengan menembus alam bawah sadar untuk penyembuhan secara optimal.


Legalitas dan Visi Masa Depan

Pada tahun 2024, Ahmat Zulfikarnain Lubis mengukuhkan komitmennya dengan mendirikan Yayasan Putra Dharmma Nusantara. Yayasan ini menjadi payung hukum untuk formula pengobatannya yang menggabungkan Catur Krama unik dan Mahardika. Legalitas ini diperkuat dengan AKTA NOTARIS NOMOR 04, TANGGAL 13 MARET 2025 dan SK NOMOR AHU-004723.AH.01.04. Tahun 2025*, menunjukkan keseriusan dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.

Kini, dengan PASKIN dan Yayasan Putra Dharmma Nusantara, Ahmat Zulfikarnain Lubis terus berdedikasi untuk memberikan solusi penyembuhan holistik yang efektif, cepat, dan komprehensif, membantu banyak orang mencapai kesehatan optimal baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

 Yayasan Putra Dharmma Nusantara Terdaftar di Mojokerto, Siap Kembangkan Pendidikan dan SDM

Yayasan Putra Dharmma Nusantara Terdaftar di Mojokerto, Siap Kembangkan Pendidikan dan SDM

Iwan Widhiantoro dan Ahmat Zulfikarnain Lubis, Ketua Yayasan Putra Dharmma Nusantara


Mojokerto, 22 Juli 2025 – Yayasan Putra Dharmma Nusantara kini resmi tercatat secara administrasi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mojokerto. Meskipun surat keterangan terdaftar dari pemerintah kabupaten tidak diwajibkan, pencatatan ini menandai langkah penting bagi yayasan dalam mengembangkan kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang.

Ahmat Zulfikarnain Lubis, Ketua Yayasan Putra Dharmma Nusantara, secara langsung menerima bukti pencatatan tersebut di Kantor Kesbangpol Kabupaten Mojokerto pada Senin, 21 Juli 2025. Ia didampingi oleh Iwan Widhiantoro dalam proses penerimaan yang berlangsung lancar.

Pencatatan ini semakin memperkuat legalitas Yayasan Putra Dharmma Nusantara, yang sebelumnya telah memiliki surat keterangan domisili dari Kepala Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, dengan nomor 648/546/416-312.8/V/2025 yang dikeluarkan pada 26 Mei 2025.

Ahmat Zulfikarnain Lubis menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas pencatatan ini. Ia berharap hal ini akan memacu semangat yayasan untuk lebih giat dalam melaksanakan program-programnya. "Kami sangat senang dengan pencatatan ini, dampaknya akan semakin memotivasi kami untuk lebih banyak berkegiatan di yayasan," ujar Ahmat Zulfikarnain Lubis.

Yayasan Putra Dharmma Nusantara memiliki visi besar untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan, kebudayaan, serta pengembangan sumber daya manusia bagi generasi penerus. Dengan legalitas yang semakin kuat, yayasan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Mengenal Barong Waraha: Bukan Badak, Melainkan Jelmaan Dewa Wisnu

Mengenal Barong Waraha: Bukan Badak, Melainkan Jelmaan Dewa Wisnu

Mengenal Barong Waraha: Bukan Badak, Melainkan Jelmaan Dewa Wisnu


YAYASANPUDARA
| Barong Waraha merupakan simbol yang menghubungkan antara Bumi dan langit, menciptakan harmoni dalam kosmos. Dalam konteks budaya Jawa, hal ini mencerminkan pentingnya keseimbangan antara alam dan manusia, serta pengaruhnya terhadap identitas dan tradisi masyarakat Jawa yang semakin terlupakan. 

Barong Waraha, atau yang sering disebut Barong Warak, bukanlah badak, melainkan representasi dari babi hutan putih. Sosok ini adalah Avatara atau jelmaan dari Dewa Wisnu.

Dalam mitologi, Dewa Wisnu dalam wujud Varaha (babi hutan) turun ke Bumi untuk mengalahkan Hiranyaksha, seorang raksasa yang mencoba menguasai dunia. Hiranyaksha telah menjauhkan Bumi dari orbitnya di luar angkasa. Varaha berhasil membawa Bumi kembali ke orbitnya dan menyelamatkan dunia. Kisah ini diakhiri dengan Varaha yang menikahi Bumi Pertiwi, melambangkan keselarasan antara langit dan Bumi.

Kisah ini juga dapat dihubungkan dengan konsep Sabta Wara (tujuh hari) dan Panca Wara (lima hari pasaran dalam kalender Jawa). Keselarasan antara Sabta Wara dan Panca Wara, yang dikenal sebagai Dina Pitu (tujuh hari) dan Pasaran Lima, telah terjalin kembali dengan Bumi dan "Bapa Angkasa".

Pada masa transisi ini, sering kali terjadi kesalahpahaman atau bahkan upaya untuk menghilangkan makna asli dari konsep-konsep ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai penghilangan identitas "Hari Orang Jawa".

Ruwat Agung Jolotundo Warnai Penyambutan Bulan Suro di Trawas Mojokerto

Ruwat Agung Jolotundo Warnai Penyambutan Bulan Suro di Trawas Mojokerto

Ruwat Agung Jolotundo Warnai Penyambutan Bulan Suro di Trawas Mojokerto | Foto : Fio Atmaja


MOJOKERTO | Menyambut bulan Suro, Masyarakat Dusun Biting, Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto, menggelar Ruwat Agung Petirtaan Jolotundo, Sabtu, 28 Juni 2025, sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan air (tirta) dari Petirtaan Jolotundo.

Ruwatan diawali dengan Kirab Agung Budaya Nusantara dari Lapangan Sri Rahayu, Desa Seloliman kemudian menuju kawasan petirtaan atau Candi Jolotundo.

Dalam kirab tersebut, warga membawa sesajen untuk leluhur, kemudian melakukan pelepasan burung, dan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap alam.

Pemangku Adat Jolotundo, Mukade mengatakan, tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun dan rutin dilakukan setiap tahun pada bulan Suro, khususnya saat pasaran Legi.

Kegiatan ini kami laksanakan sebelum tanggal 10 Suro menurut penanggalan Jawa,” jelasnya.

Mukade menjelaskan, tujuan dari ruwatan ini adalah memohon berkah atas tirta Jolotundo, yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Air ini simbol kemakmuran. Dengan tirta Jolotundo, masyarakat bisa hidup sejahtera karena bisa digunakan untuk kebutuhan ekonomi, sosial, dan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Rangkaian acara ruwatan ini sudah dimulai sejak satu minggu sebelumnya dengan kegiatan unduh tirta dari empat penjuru lereng Gunung Penanggungan sisi timur, selatan, barat, dan utara.

Untuk sisi timur dari Sumber Tetek, sisi barat dari Petirtaan Jolotundo yang kemudian disatukan dan diruwat di lokasi utama.

Air hasil ruwatan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar dan para pengunjung umum," bebernya.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemkab Mojokerto, pegiat budaya, dan komunitas pelestari adat dari berbagai daerah seperti Jombang, Malang, Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Mojokerto tourism

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan kesenian ujung, bantengan, dan pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal yang menyatu dengan spiritualitas dan kearifan lingkungan.

Gelar Kirab Tumpeng Agung untuk Lestarikan Budaya Leluhur

Gelar Kirab Tumpeng Agung untuk Lestarikan Budaya Leluhur

Nampak Gelar Kirab Tumpeng Agung untuk Lestarikan Budaya Leluhur | Poto: Cak Lubias Prapanca


BLITAR | NEWJURNASLIAS.COM - Suasana sakral dan semarak menyelimuti kompleks Candi Penataran, Kabupaten Blitar, pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Para raja dan sultan dari berbagai kerajaan di Nusantara berkumpul untuk mengikuti prosesi akbar Kirab Tumpeng Nusantara Gotong Royong ke-14, sebuah perhelatan budaya yang bertujuan untuk merawat dan melestarikan warisan adiluhung para leluhur.

Acara utama adalah Kirab Tumpeng Nusantara Gotong Royong ke-14, sebuah kirab budaya yang mengusung tema "Sumilak e Mendung Tumitising Para Leluhur” (Tersingkapnya Mendung, Titisan Para Leluhur). Selain kirab, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan tari tradisional yang disuguhkan untuk menyambut dan menghibur para tamu agung serta masyarakat yang hadir.

Kirab ini sebagai upaya nguri-uri budaya leluhur dan meneguhkan kembali peran Candi Penataran sebagai pusat spiritual Nusantara,” kata Ki Aris Sugito, Ketua Umum Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara.

Peserta utama dari acara ini adalah para raja dan sultan dari berbagai penjuru Nusantara. Turut hadir pula Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M, serta perwakilan dari Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) selaku inisiator acara. Masyarakat dari berbagai daerah juga turut serta sebagai peserta kirab dengan mengenakan busana adat masing-masing.

Turut hadir pula Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M, serta perwakilan dari Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) | Poto: Cak Lubis Prapanca


Kegiatan budaya ini diselenggarakan pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Prosesi kirab dimulai pada pagi hari dan berlangsung hingga selesai di kompleks utama Candi Penataran.

Lokasi acara bertempat di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Prosesi kirab dimulai dari titik awal di Situs Balekambang, yang diyakini sebagai bekas keraton dan pusat pendidikan bagi para bangsawan muda di era Majapahit, kemudian berjalan sejauh dua kilometer menuju titik akhir di kompleks Candi Penataran.

Selain bentuk penghormatan, ini juga napak tilas spiritual untuk membangkitkan kembali semangat para ksatria menjaga adat dan moral bangsa,” ujar Aris

Kirab ini diinisiasi sebagai wujud nyata pelestarian budaya dan penghormatan terhadap para leluhur. Candi Penataran, yang pada masa lampau bernama Candi Palah, dipilih sebagai lokasi pusat acara karena nilai sejarahnya yang luar biasa. Situs ini merupakan tempat pendarmaan (penyimpanan abu jenazah) penting sejak era Kerajaan Kediri, yang kejayaannya berlanjut pada masa Tumapel, Singasari, hingga Majapahit. Puncaknya, pada masa pemerintahan Prabu Jayanegara dari Majapahit, Candi Penataran ditetapkan sebagai candi negara satu-satunya di Indonesia, menjadikannya simbol pemersatu.

Prosesi kirab berlangsung dengan khidmat dan meriah. Para peserta, termasuk para raja, sultan, dan masyarakat umum, berjalan kaki dari Situs Balekambang menuju Candi Penataran. Mereka mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing, menciptakan pemandangan yang penuh warna dan merepresentasikan kebhinekaan Nusantara. Sambil berjalan, para peserta mengarak tumpeng-tumpeng agung yang dihias indah sebagai simbol rasa syukur dan gotong royong.

Meriah dan Harmonis: Kirab Budaya Lintas Agama Warnai Perayaan Dharmasanti Waisak 2025 di Mojokerto

Meriah dan Harmonis: Kirab Budaya Lintas Agama Warnai Perayaan Dharmasanti Waisak 2025 di Mojokerto



PUDARA.COM | Perayaan Dharmasanti Waisak 2569 BE/2025 di Maha Vihara Mojopahit adalah bahwa acara ini berhasil menciptakan suasana meriah dan harmonis melalui kolaborasi lintas budaya dan agama. Dengan tema "Buddha Meets the Gods", kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur kepercayaan dan kesenian tradisional menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan di antara umat beragama.

Ketua panitia, Candra, menekankan pentingnya acara ini sebagai langkah awal untuk memperkuat hubungan antarumat beragama di Nusantara, dengan Candi Brahu sebagai simbol historis dan spiritual yang relevan. Diharapkan, perayaan ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat kerukunan dan saling pengertian di masa depan.

Panca Rsi dan Keturunannya di Bali

Panca Rsi dan Keturunannya di Bali

Panca Rsi dan Keturunannya di Bali

PRAPANCA.WORLD | Panca RSI atau Panca Tirtha merupakan Lima Brahmana bersaudara putra dari Mpu Tahunun yang lahir di Bali, dari yang tertua yaitu Sang Brahmanan Pandita (Mpu Gnijaya), Mpu Semeru, Mpu Ghana, Mpu Keturunan dan Bradah. Kelima Pandita itu berangkat menuju Gunung semeru untuk melakukan yoga samadi memuja Bratara Hyang Pasupati selaku leluhurnya.

Selanjutnya pada masa pemerintahan kerajaan Bali dipimpin Raja suami istri, Raja Udayana Warmadewa-Cri Gunaprya Dharmapatni terjadilah persilihan dan pertengkaran akibat adanya perbedaan kepercayaan yang dianut oleh penduduk Bali yang menganut Sad Paksa (Enam sekte) yaitu: Sambhu, Khala, Brahma, Wisnu, Irwana dan Bhayu, yang mana dalam pelaksanaanya sering menimbulkan keresahan didalam masyarakat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dimintalah bantuan kepada Panca Rsi, Kemudian Catur Sanak (empat bersaudara) dari Panca Rsi Bali, kecuali Mpu Bradah yang menepati di Jawa. Banyak hal dilakukan di Bali oleh Mpu ini, dengan menata kehidupan masyarakat Bali. Atas prakarsan Catur Sanak yang dipimpin Mpu Keturunan mengadakan pesamuan (pertempuran) dari 6 sekte di sebuah tempat yang sekarang menjadi Pura Desa (Dewa Brahma), Pura Pusen (Dewa Wisnu) dan Pura Dalem (Dewa Siwa).

Juga dirumah membuat pelinggih Kamulan (Rong 3) sebagai pemujaan Tri Murti dan Leluhur, serta konsep Desa Pakraman dan Lainya yang sampai sekarang dipakai masyarakat Bali sebagai pedoman. Dari Panca Rsi inilah menurunkan trah-trah yang dibali diantaranya Pesek(Pesek, Bendesa dan Tangkas), Para Arya, Brahmana Siwa, Brahmana Budha, Dalem dan Lainya.

Menelusuri Sejarah Lingga Yoni: Simbol Kesuburan dan Spiritual di Pura Kancing Gumi

Menelusuri Sejarah Lingga Yoni: Simbol Kesuburan dan Spiritual di Pura Kancing Gumi

Nampak Pura Kancing Gumi adalah salah satu pura yang ada di Bali

Bali | Prapanca.world - Lingga Yoni adalah simbol yang sangat penting dalam agama Hindu, khususnya di Bali. Lingga Yoni melambangkan kesatuan antara aspek maskulin (Lingga) dan feminin (Yoni), yang menggambarkan proses penciptaan dan keharmonisan alam semesta. Biasanya, Lingga Yoni ditemui di tempat-tempat suci, termasuk pura.

Pura Kancing Gumi adalah salah satu pura yang ada di Bali, meskipun tidak sepopuler pura-pura besar lainnya, namun setiap pura di Bali memiliki makna dan keunikan tersendiri dalam hal fungsi keagamaan. Biasanya, Lingga Yoni ditemukan di pura-pura yang dikhususkan untuk pemujaan terhadap Siwa, dewa pencipta dan perusak dalam agama Hindu.

Jika di Pura Kancing Gumi terdapat Lingga Yoni, itu bisa jadi menjadi simbol pemujaan dan penghormatan terhadap aspek dewa Siwa, yang merupakan sumber dari penciptaan dan keharmonisan di alam semesta. Keberadaan Lingga Yoni ini juga merupakan refleksi dari ajaran Hindu yang mengajarkan pentingnya keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi.

Apakah kamu pernah mengunjungi pura tersebut, atau ada aspek tertentu yang ingin kamu ketahui lebih dalam tentang Pura Kancing Gumi?

Lingga Yoni di Pura Kancing Gumi merupakan simbol penting dalam kepercayaan Hindu, melambangkan kesatuan antara laki-laki dan perempuan. Pura ini dianggap sebagai tempat suci yang berfungsi sebagai pusat pemujaan dan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat.

Pura Kancing Gumi terdapat Lingga Yoni, itu bisa jadi menjadi simbol pemujaan dan penghormatan terhadap aspek dewa Siwa

Sejarah Pura Kancing Gumi dan Lokasi dan Asal Usul

  • Pura Kancing Gumi terletak di Banjar Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung.
  • Belum ada sumber yang meyakinkan mengenai kapan pura ini didirikan, namun terdapat referensi dalam Lontar Dewa Purana Giri Wana yang menguraikan keberadaan pura tersebut.

Lingga Yoni sebagai Simbol

  • Lingga Yoni di Pura Kancing Gumi merupakan representasi dari Purusa (jiwa) dan Pradana (badan fisik).
  • Lingga melambangkan Purusa, sedangkan Yoni melambangkan Pradana, menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan fisik dalam kehidupan.

Fungsi dan Ritual

  • Pura ini berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat untuk memohon kemakmuran pertanian dan keselamatan.
  • Ritual yang dilakukan melibatkan air suci yang dituangkan di ujung Lingga dan dialirkan ke Yoni, yang kemudian dipercikkan ke areal pertanian dengan doa-doa tertentu.

Mitos dan Kepercayaan

  • Masyarakat percaya bahwa Pura Kancing Gumi adalah stana Hyang Gunung Alas, yang merupakan manifestasi dari Lingga Pasupati, Dewa Siwa.
  • Pura ini diyakini sebagai penekek jagat, atau penjaga stabilitas dunia, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat.


Keterkaitan dengan Masyarakat

  • Pura Kancing Gumi menjadi pusat kegiatan spiritual bagi sekitar 42 kepala keluarga dari Desa Adat Batu Lantang.
  • Setiap kali pujawali, banyak umat dari pelosok Bali datang untuk berdoa dan memohon berkah.

Kesimpulan

Pura Kancing Gumi dan Lingga Yoni di dalamnya memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Bali, mencerminkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Pura ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat agraris di sekitarnya.

Arti "Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi" dan Makna Ucapan "Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi"

Arti "Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi" dan Makna Ucapan "Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi"

Dalam tradisi Hindu di Bali, ucapan 'Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi


PUDARA.COM | Dalam tradisi Hindu di Bali, ucapan 'Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi' sering terdengar menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Secara harfiah, dalam bahasa Bali, 'Rahajeng' berarti selamat, 'Nyanggra' berarti menyambut, dan 'Rahina Nyepi' berarti Hari Nyepi. Dengan demikian, ucapan ini bermakna 'Selamat Menyambut Hari Nyepi'. Penambahan tahun Saka, seperti dalam 'Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1946', menandakan Selamat Menyambut Hari Nyepi Tahun Saka 1946.


Tradisi dan Makna Hari Raya Nyepi


  • Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu, khususnya di Bali. Pada hari ini, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari:
  • Amati Geni: Tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk listrik.
  • Amati Karya: Tidak melakukan aktivitas pekerjaan atau aktivitas fisik.
  • Amati Lelungan: Tidak bepergian atau keluar rumah.
  • Amati Lelanguan: Tidak menikmati hiburan atau kesenangan.


Tujuan dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian ini adalah untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, serta merenungkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan.


Contoh Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi

Berikut beberapa contoh ucapan yang dapat disampaikan saat Hari Raya Nyepi:

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi. Dumogi rahayu lan rahajeng.

Artinya: "Selamat Menyambut Hari Nyepi. Semoga damai dan sejahtera.

Rahajeng Rahina Nyepi, dumogi kita sami kasinungan kerahajengan lan kerahayuan.

Artinya: "Selamat Hari Nyepi, semoga kita semua dianugerahi kebahagiaan dan keselamatan.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1946. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa paring kerahajengan lan kerahayuan.

Artinya: "Selamat Menyambut Hari Nyepi Tahun Saka 1946. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kebahagiaan dan keselamatan.

Rahajeng Rahina Nyepi, dumogi kita sami prasida ngelaksanayang Catur Brata Penyepian kanthi becik.

Artinya: "Selamat Hari Nyepi, semoga kita semua dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan baik."

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi. Dumogi jagad rahayu, lan asung kertha wara nugraha.

Artinya: Selamat Menyambut Hari Nyepi. Semoga dunia damai, dan dianugerahi kesejahteraan.


Kesimpulan

Ucapan 'Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi' merupakan bentuk penghormatan dan doa dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Melalui ucapan ini, diharapkan umat Hindu dapat menjalani perayaan Nyepi dengan penuh kesucian dan kedamaian, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Harmoni dalam Pembelajaran: Peran Musik dalam Dunia Pendidikan

Harmoni dalam Pembelajaran: Peran Musik dalam Dunia Pendidikan


Pendidikan Seni Musik adalah bidang studi yang mengajarkan tentang teori, praktik, dan apresiasi musik dalam konteks pendidikan. Tujuan utama pendidikan seni musik adalah mengembangkan keterampilan musikal, pemahaman estetika, serta kemampuan ekspresi dan kreativitas siswa melalui musik.

Aspek dalam Pendidikan Seni Musik

  1. Teori Musik – Mempelajari notasi, ritme, harmoni, dan struktur musik.

  2. Praktik Musik – Melatih keterampilan bermain alat musik dan vokal.

  3. Sejarah Musik – Memahami perkembangan musik dari berbagai zaman dan budaya.

  4. Apresiasi Musik – Menganalisis dan menilai karya musik secara kritis.

  5. Komposisi dan Improvisasi – Mengembangkan kreativitas dalam menciptakan musik.

  6. Pedagogi Musik – Metode mengajar musik untuk berbagai tingkat pendidikan.


Manfaat Pendidikan Seni Musik


  • Meningkatkan kreativitas dan ekspresi diri.

  • Mengembangkan keterampilan kognitif dan motorik.

  • Memperbaiki konsentrasi dan disiplin.

  • Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial.


Pendidikan seni musik dapat diterapkan di sekolah formal (TK, SD, SMP, SMA), lembaga kursus, hingga tingkat perguruan tinggi. Selain itu, perkembangan teknologi juga memungkinkan pembelajaran musik secara daring.

Apakah Anda ingin membahas lebih lanjut tentang kurikulum, metode pengajaran, atau aspek tertentu dari pendidikan seni musik? 😊

Pendidikan Seni Tari: Membangun Karakter dan Disiplin Melalui Gerak

Pendidikan Seni Tari: Membangun Karakter dan Disiplin Melalui Gerak


Pendidikan seni tari adalah suatu proses pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknis, artistik, dan ekspresif melalui tarian. Dalam pendidikan seni tari, siswa diajarkan berbagai aspek seperti teknik gerak, koreografi, interpretasi, serta pemahaman tentang sejarah, budaya, dan filosofi yang melatarbelakangi tarian.

Pendidikan seni tari tidak hanya mencakup keterampilan fisik dalam menari, tetapi juga mencakup pengembangan kreativitas, emosi, dan penghayatan terhadap karya seni tari. Melalui pendidikan ini, seseorang diharapkan mampu mengapresiasi keberagaman tari, baik dalam konteks tradisional maupun modern, dan memahami bagaimana tari berfungsi sebagai media ekspresi, komunikasi, dan perayaan budaya.

Beberapa aspek yang diajarkan dalam pendidikan seni tari antara lain:

  1. Teknik Tari: Penguasaan gerakan tari dasar, postur, kelenturan tubuh, dan koordinasi gerakan yang sesuai dengan genre tari yang dipelajari (seperti tari klasik, kontemporer, atau tradisional).

  2. Koreografi: Proses penciptaan komposisi tari yang melibatkan pengaturan gerakan-gerakan tubuh dalam ruang dan waktu yang menciptakan sebuah karya tari yang harmonis dan memiliki pesan tertentu.

  3. Interpretasi dan Ekspresi: Mempelajari cara mengungkapkan perasaan atau cerita melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan penggunaan ruang.

  4. Sejarah dan Budaya Tari: Memahami latar belakang tari, baik yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional, serta kaitannya dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat.

  5. Musik dan Ritme: Menyelaraskan gerakan tari dengan irama musik dan memperkuat ekspresi melalui penggunaan musik sebagai elemen penting dalam tari.

Pendidikan seni tari bisa dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah seni, perguruan tinggi, hingga pelatihan dan workshop yang lebih spesifik. Selain itu, pendidikan ini juga sering kali berhubungan dengan kegiatan pengembangan diri, disiplin, dan kerjasama tim. Dalam konteks yang lebih luas, pendidikan seni tari juga memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan tradisi tari di berbagai daerah.

Program Yayasan Putra Dahmma Nusantara

Program Yayasan Putra Dahmma Nusantara


Tentu! Berikut adalah contoh program yang dapat diterapkan oleh Yayasan Putra Dahmma Nusantara. Program ini dapat disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan yayasan.

Program Yayasan Putra Dahmma Nusantara


1. Program Pendidikan


  • Bimbingan Belajar Gratis: Menyediakan kelas bimbingan belajar untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
  • Beasiswa Pendidikan: Memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi yang membutuhkan bantuan finansial.
  • Pelatihan Keterampilan: Mengadakan pelatihan keterampilan untuk remaja agar mereka siap memasuki dunia kerja.


2. Program Kesehatan


  • Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin untuk masyarakat, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kesehatan gigi.
  • Kampanye Kesehatan: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit melalui seminar dan workshop.
  • Program Imunisasi: Bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menyediakan imunisasi bagi anak-anak.


3. Program Lingkungan


  • Penanaman Pohon: Mengadakan kegiatan penanaman pohon di area yang membutuhkan penghijauan.
  • Edukasi Lingkungan: Mengadakan seminar dan workshop tentang pentingnya menjaga lingkungan dan cara-cara untuk mengurangi sampah plastik.
  • Program Daur Ulang: Mendorong masyarakat untuk mendaur ulang sampah dan menyediakan tempat pengumpulan sampah daur ulang.


4. Program Sosial


  • Bantuan Kemanusiaan: Menyediakan bantuan bagi korban bencana alam, termasuk makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara.
  • Kegiatan Sosial: Mengadakan kegiatan sosial seperti bazar amal untuk mengumpulkan dana bagi program-program yayasan.
  • Pemberdayaan Perempuan: Mengadakan pelatihan dan workshop untuk memberdayakan perempuan dalam bidang ekonomi dan keterampilan.


5. Program Kebudayaan


  • Pelestarian Budaya Lokal: Mengadakan acara yang menampilkan seni dan budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang warisan budaya.
  • Festival Budaya: Menyelenggarakan festival budaya tahunan yang melibatkan masyarakat untuk merayakan keragaman budaya.
  • Kelas Seni dan Kerajinan: Menawarkan kelas seni dan kerajinan untuk anak-anak dan remaja agar mereka dapat mengekspresikan diri dan belajar keterampilan baru.


Penutup

Program-program di atas adalah contoh yang dapat diimplementasikan oleh Yayasan Putra Dahmma Nusantara. Penting untuk melibatkan masyarakat dalam setiap program dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, juga dapat meningkatkan dampak dari program yang dijalankan.